ARTIKEL INSPIRASI – MOTIVASI DAN INSPIRASI BERSAMA ALI RAHMAT (MAHASISWA GIFU UNIVERSITY, JAPAN)

  • 0

ARTIKEL INSPIRASI – MOTIVASI DAN INSPIRASI BERSAMA ALI RAHMAT (MAHASISWA GIFU UNIVERSITY, JAPAN)

ARTIKEL INSPIRASI – MOTIVASI DAN INSPIRASI BERSAMA ALI RAHMAT (MAHASISWA GIFU UNIVERSITY, JAPAN)

 

Pemateri: Ali Rahmat

Moderator: Dian Pratiwi

Artikel ini disarikan dari diskusi Kominfo Class – Spesial Kelas Beaiswa dan Kuliah di Luar Negeri (#Japan) Edisi 25 Agustus 2017

 

U-Read – Inderalaya (4/9). Assalamualaikum wr. wb. Senang sekali malam hari ini saya di beri kesempatan oleh U-Read untuk berbagi pengalaman yang saya miliki. Saya ucapkan terima kasih ke pada sang Pencipta Allah SWT. yang memberikan takdir terindah ini dan juga sholawat dan salam untuk idola saya nabi Muhammd SAW.

            Akhir akhir ini, keinginan kuliah keluar negeri menjadi topik hangat dan asyik di bicarakan di kalangan mahasiswa, tidak sedikit dosen yang juga ikut andil dalam mendiskusikan perkuliahan di luar negeri. Malam ini kakak akan berbagi pengalaman terkait studi di luar negeri khusunya di “Negeri Sakura”. Terimakasih moderator yang sudah memperkenalkan biodata saya, atau sedikit info tentang saya. Dan juga terimakasih teman teman U-Read yang mempersiapkan ini semua.            Menjaga semangat untuk kuliah keluar negeri itu bukan hal yang mudah, namun sangat mungkin. Jika banyak pepatah bilang kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi (harum) kita akan kebagian wangi (harumnya) atau ikut wangi. Begitu juga untuk menjaga istikomah sebuah mimpi kita untuk keluar negari maka berteman lah dengan teman teman yang memiliki mimpi yang sama, yaitu kuliah keluar negeri.

            Saya mempunyai musuh namanya Abdul Mutolib, beliau hari ini Wisuda S3 di Universitas Andalas di Usia 25 tahun. Dia adalah musuh terbaik saya, sahabat terbaik saya, persahabatan kami melebihi ikatan darah sepertinya. Dia mengankat ketika saya jatuh dan dia menjatuhkan saya ketika saya terlalu tinggi, begitu pula sebaliknya. Carilah musuh yang saling membangun, Abdul jurusannya Agribisnis dan saya Agroteknologi. Kami tinggal satu kosan saat S1. Saya dan Abdul orang dari kampung tapi kami memiliki mimpi yang jauh kedepan mungkin terlalu tinggi bagi anak anak kampung lainnya. Kami saling bersaing untuk memperbaiki IP/IPK dan saya selalu kalah. Abdul S1 lulus lebih cepat 1 periode (4 bulan) dari saya, IPK dia 3.6 dan saya 3.55. Di periodenya dia menjadi wisudawan terbaik 2 tingkat fakultas, saya berutung di periode saya, saya mendapat wisudawan terbaik pertama di fakultas, kini dia lulus S3 1.5 tahun lebih cepat dari saya. Abdul mendapat beasiswa S1 di IPB, S2 di Rusia, dan S2-S3 di Andalas program PMSDU (yang Andalas yang di ambil).

            Kami punya mimpi untuk kuliah keluar negeri. Mimpi ini muncul di awal pertama kali kuliah, saat kami suka mengahayal tentang mimpi, tapi mimpi ini muncul semakin kuat dipertengahan kuliah menjelang kami lulus, tapi saat awal sekali saya masuk saya telah menuliskan mimpi ini di buku saya target selama S1. Jadi untuk menjaga api mimpi itu untuk terus berkobar, tinggal-lah atau bertemanlah dengan orang orang yang membawa obor semangat yang sama, jadi ketika obormu mulai redup atau mati tertiup kebimbangan, kesibukan masih ada obor temanmu yang dapat membantu menyalakan kembali oburmu.

 

MEMAHAMI BEASISWA YANG BISA DIDAPAT

            Kalau boleh jujur beasiswa keluar negeri itu banyak, tapi lebih banyak yang tidak bisa kita coba karena keterbatasan yang kita miliki. Keterbatasan yang utama biasanya bahasa toefl, kemudian IPK (GPA) atau nilai akademik. Dan yang lain-lainya. Kalau kamu punya mimpi mau keluar negeri tapi tidak mempersipakan diri dari sekarang, ya wes mimpi-mimpi saja sampai kebangun sendiri, kalau mimpi yang di impikan tanpa usaha itu nihil.

            Tips untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk kita yang tidak bisa toefl. Cari negara yang non-english language seperti Cina, Jepang, Rusia, Polandia, Fidlandia, Italia, Thailand, dll. Sepertinya negara-negara tersebut bisa memaafkan bagi kita yang memiliki toefl agak jongkok seperti saya. Tapi untuk IPK saya tidak bisa bantu apa-apa, ya minimal 3-lah ya. Dan tentunya ikut pelatihan pembuatan research plan dll. dan rajin googling. Banyak kok info-info tak nampak tentang beasiswa.

 

KEHIDUPAN KAMPUS DI LUAR NEGERI

            Kehidupan kampus di luar negeri sama dengan di Indonesia, kelas, kuliah, ujian. Yang membedakan fasilitas di ruangan. Di Jepang masih pakai kapur dan blackboard lho. Tapi fasilitas yang lain juga lengkap. Mungkin fasilitas perpustakan yang bisa sampai pukul 10 malam dan buka sampai hari Sabtu dan Minggu. Kalau S2 fasilitas penelitian 24 jam bebas dan gratis. Kampus juga buka 24 jam, aman dari pencuri dll. Kalau S2 atau S1 skripsi, di gifu atau di jepang mendapat fasilitas ruang kerja dalam ruangan ada komputer, internet, printer, kulkas, kompor, dan semuanya gratis.

 

KELEBIHAN KULIAH DI LUAR NEGERI

 

>> Fasilitas Kampus

            Tidak di pungkiri akhir-akhir ini kampus di Indonesia banyak yamg sedang berbenah bahkan mentargetkan menjadi universitas-universitas tingkat internasional, namun sayangnya hanya segelitir universitas yang tetap konsisten. Nah, bagaimana kampus-kampus di luar negeri? Namanya juga pakai standar internasional mereka sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang tentunya sangat menunjang untuk pendidikan bertaraf internasional.

 

Apa saja kelebihan fasilitas kampus di luar negeri?

  1. Kualitas pendidikan kelas dunia.
  2. Fasilitas belajar mengajar lengkap dan modern.
  3. Staf pengajar berpendidikan tinggi, komunikatif dan kebanyakan terlatih melakukan riset.
  4. Beragam pilihan jurusan
  5. Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri.
  6. Mata kuliahnya fokus pada jurusan.
  7. Lulusan diakui secara internasional.
  8. Memiliki teman dari berbagai negara.
  9. Peningkatan kemampuan Bahasa Inggris
  10. Lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan teratur.
  11. Kesempatan melakukan aktivitas relaksasi dan olahraga untuk keseimbangan hidup.
  12. Di beberapa negara, ada kesempatan untuk bekerja paruh waktu.

 

>> Diri sendiri/Personality

            Secara otomatis saat kita study abroad akan merasakan sesuatu yang spesial yang belum tentu dirasakan oleh orang lain. Apa sajakah hal spesial itu? Inilah sesuatu spesial yang kita dapatkan, seperti;

  1. Pride (kebangaan) baik bagi sendiri atau keluarga
  2. Tinggal di luar Indonesia akan menjadikanmu manusia yang tidak manja. Survive di luar negeri memang jauh lebih sulit dibanding hidup di negeri sendiri.
  3. Saat libur panjang, kesempatan traveling ke negeri lain akan terbuka lebar.
  4. Kamu berkesempatan menyaksikan dan memahami budaya langsung dari tempat asalnya.
  5. Kamu akrab sesama pelajar Indonesia yang berprestasi dan menginspirasi.
  6. Berbagai aktivitas baru akan kamu coba, termasuk yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.
  7. Walaupun berbagai hal menyenangkan disajikan di luar sana, segera kamu akan menyadari betapa kamu tetap mencintai negerimu Indonesia.
  8. Tinggal di negara yang berbeda membuatmu sadar bahwa dunia ini tak hanya terdiri dari Indonesia saja.

 

>> Karir/ dunia kerja

            Ini lah manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita kuliah di luar negeri;

  1. Lebih menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan.
  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang lebih tinggi sehingga lebih fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan dan rekan kerja baru.
  3. Memiliki keahlian mengelola proyek yang lebih tinggi sehingga mampu menyelesaikan proyek dalam waktu yang lebih singkat.
  4. Lebih siap mempergunakan teknologi tinggi dalam bekerja.
  5. Kualitas kepemimpinan yang lebih tinggi.
  6. Lebih mandiri, mampu bekerja di bawah pengawasan dan bimbingan yang minim.
  7. Lebih memiliki komitmen dan kompetensi tinggi.

 

Tips Simple untuk Kuliah ke Jepang

  • pantaskan diri dari sekarang, berkumpul dengan teman2 komunitas pemburu beasiswa ke Jepang dan kepo akan informasi beasiswa di Jepang dan harus ganbate buka setiap web kampus, kali kali ada beasiswa yang tidak terpublish karena dalam bahasa Jepang (ada google translate).
  • Nothing impossible, Impossible is nothing. Mulailah belajar bahasa Inggris ikut les gratis dari teman teman UKM-UKM yang biasanya ada program belajar bahasa Inggris gratisan.
  • Kampus Jepang tidak punya IPK tapi IPK 3 itu sudah standar minimal dan harus di tunjuang dengan toefl dll, bisa lebih dari 3
  • Link terpercaya yang bisa menginformasikan tentang beasiswa ke Luarnegeri (LN), misal ada beasiswa XYZ scholarship dari Universitas Tokyo. Kamu bisa tanya ke contact Univeristy of tokyo dan tanya apakah beasiswa XYZ itu benar dan masih berlaku. Kalau di balas atau ada info di web University of Tokyo jadi beasiswa tersebut valid.
  • Cara dapat LoA di Jepang yaitu dengan cara Lolos seleksi beasiswa atau seleksi ujian masuk.
  • Jika IPK di bawah 3 dan toefl tidak berdiri tegak namun mengincar beasiswa keluar negeri musti gila memperbaiki toefl, karena ini yang masih bisa di ulang tapi jika IPK lakukan terbaik di sisa-sisa penghabisan, atau namabah 1 atau 2 semester untuk mengulang banyak mata kuliah dengan syarat no gagal dalam mengulang.
  • Tips banyak banyak baca essay orang orang yang lolos seleksi beasiswa, dengan begitu tau model model essay. Jangan melenceng dari topik, bahasa yang bagus. latihan ikuti lomba nulis essay yang gratisan. Your skill will improve. need to take that class, atau U-Read mau buatin kelasnya.
  • Hal tebaik untuk memotivasi diri adalah, lihat saja nanti saya akan jadi ahli di bidang ini. paling mudah ya senyumin saja, terserah kamu mau hina saya seperti apa toh gx ngaruh sama IPK saya.
  • Cara daftar kuliah keluar negeri, bisa lewat dibantu dosen , kalau ada dari international office juga bisa, bisa keduanya.
  • Penelitian bisa jadi bahan pertimbangan, apalagi kalau sejalan lebih mudah dan lebih baik.
  • Mengilangkan demam pangung harus dimulai sedikit demi sedikit, dari organisasi, karena disana kamu akan belajar mengenal dan dikenal orang, teman teman sering demam pangung karena kurang percaya diri, kenapa kurang percaya diri karena jarang bersosialisai.
  • Untuk S2 di Jepang, benar kita harus cari profesor-nya dulu, profesor nerima, baru ngurus adminitrasi. tapai kalau beasiswa kadang ada yang beasiswanya dulu profersnya tinggal nerima. agar langsung di notice ya subject emaill-nya yang jelas. Kalau di balas berarti di notice kalau tidak di balas berarti tidak di

 

 

Closing Statement

“Setiap orang boleh bermimpi, maka bermimpilah dari sekarang karena bermimpi tidak dilarang. Mimpi itu tinggi maka tinggikanlah kualitas diri hingga kita layak untuk menjadi yang tertinggi. Tetap berjuang jadi diri sendiri dan lakukan yang terbaik. kalau bukan diri kita siapa lagi. Lima (5) tahun lagi adalah buah dari hari ini. Selamat bermimpi dan mengejar mimpi. Salam hangat dari negeri sakura”.

 

 

Tanggapan Peserta Diskusi

“Jazakillah khoir ya akhi Ali Rahmat, semoga bermanfaat diskusi berbobot malam ini.. Semoga kedepannya bisa menginspirasi banyak orang lagi 😊”

 

*ain

 


Leave a Reply